Tentang training
Kursus Pemrograman Anak (Kids Coding) melatih logika, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah (*problem-solving*)
Anak-anak tidak akan dihadapkan pada baris kode teks yang rumit seperti orang dewasa. Mereka akan belajar menggunakan metode **visual, blok warna-warni (seperti menyusun Lego), dan berbasis permainan (gamifik
Berikut adalah kurikulum atau materi yang biasanya diajarkan dalam kursus pemrograman anak, yang umumnya dibagi berdasarkan kelompok usia:
---
1. Level Pemula (Usia 5–8 Tahun / TK - SD Awal)
Fokus pada pengenalan konsep logika dasar dan motorik visual tanpa perlu mahir mengetik.
Coding Tanpa Komputer (*Unplugged Coding*): Belajar konsep algoritma lewat permainan fisik atau papan cerita. Contohnya: memberi instruksi langkah demi langkah kepada temannya untuk mencapai garis *finish*.
Coding Berbasis Blok Visual (Visual Block Programming):** Menggunakan platform seperti **Scratch Jr.** atau **Code.org**. Anak menyusun balok perintah (maju, lompat, putar, ganti warna) untuk menggerakkan karakter hewan atau kartun.
Pengenalan Urutan (*Sequencing*):** Memahami bahwa komputer bekerja berdasarkan urutan perintah yang runtut dari atas ke bawah.
2. Level Menengah (Usia 9–12 Tahun / SD Atas)
Anak mulai membuat proyek yang lebih kompleks dan interaktif secara mandiri.
Pembuatan Game & Animasi 2D:** Menggunakan **Scratch (Full Version)** atau **Tynker**. Di sini anak bisa membuat game sendiri seperti *Catching Game* (menangkap buah jatuh), game labirin (*maze*), atau cerita animasi interaktif.
Konsep Dasar Programming:** Anak mulai mempelajari logika pemrograman yang sebenarnya (namun tetap berbentuk blok):
Loops* (Pengulangan): Membuat karakter berjalan terus-menerus tanpa henti.
Conditionals* (Logika IF-THEN): "Jika karakter menyentuh bom, maka game over."
Variables* (Variabel): Membuat sistem skor atau hitung mundur waktu dalam game.
Logika Matematika Praktis:** Menerapkan konsep koordinat ($X$ dan $Y$) untuk mengatur posisi karakter di layar.
3. Level Lanjutan (Usia 13+ Tahun / SMP - SMA)
Transisi dari pemrograman visual (blok) ke pemrograman berbasis teks nyata.
Modding & Game Design (Roblox & Minecraft):**
* Membuat dunia atau game sendiri di **Roblox Studio** menggunakan bahasa pemrograman **Lua**.
* Belajar *coding* untuk memodifikasi mekanik permainan di Minecraft.
Pemrograman Teks Nyata (Python / JavaScript):** Belajar bahasa Python karena bahasanya paling mendekati bahasa manusia. Anak diajarkan membuat program kasir sederhana, tebak angka, atau bot chat mini.
Pengembangan Web Dasar (HTML, CSS, JS):** Membuat halaman website pribadi sederhana, mengatur warna latar belakang, susunan teks, dan tombol interaktif.